anggrainilestari

a common girl who endeavor to be outstanding woman

  • 24th May
    2011
  • 24

Saya Anak Ekonomi Part 3

Kutajaya Selatan berhenti sejenak di sebuah stasiun keci. Di sebuah desa tempat saya dilahirkan 22 tahun lalu. Saya turun dengan pikiran yang masih melekat tentang setiap cerita di dalam kereta.  suara lirih si wanita sakit, curahan hati sang suami, dan cerita hidup nenek penjual rempah, hanyalah sepotong kecil realita yang terungkap dari 1 blok bangku di gerbong kereta ekonomi. Cerita2 berbeda dengan satu hulu masalah yang sama. Ekonomi..

Menginjakan kaki di sini, selalu membuat saya teringat kembali akan sebuah kisah seorang anak di desa ini. Kisah mengenai kandasnya mimpi anak desa yang ingin mengenyam pendidikan tinggi. Harti, seorang anak keluarga petani dengan kondisi ekonomi mencekik, jarang mendapat makanan bergizi, tetapi dianugerahi keceradasan yang tinggi. Disaat anak-anak lain hanya tahu tentang sejarah proklamasi, dengan semangat menggebu Harti bercerita tentang sejarah imperium romawi dan sejarah dunia lainnya. Dalam 1 minggu Harti hanya 3 hari pergi ke sekolah, dan 4 hari sisanya di habiskan disawah. Saat itu tahun 1997 ketika Harti duduk di kelas 3 SMA. Harti sangat sadar  sepenuhnya bahwa ia miskin. Setelah lulus SMA Harti memutuskan untuk menjadi TKI di arab Saudi. Ia bilang akan bekerja dua tahun disana, mengumpulkan uang untuk membantu orang tua, dan menggapai mimpinya kuliah di Universitas Indonesia, untuk menjadi sarjana pertama di desanya.

Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Ternyata kabar mengenai tindakan kekerasan pada TKI benar-benar terjadi dan juga menimpa Harti. Harti disiksa, dipukuli, dinodai. Harti kabur dari majikannya dan kembali ke Indonesia. Pulang dalam keadaan tersiksa, ternoda, gila. Impiannya kandas. Tak ada uang untuk orang tua apalagi untuk kuliah. Sejak saat itu Harti menjadi depresi. Takut bertemu dengan orang banyak, bertahun-tahun hanya berdiam diri di dalam kamar, dan meracau sekenanya. Tapi jejak mimpi dan kecerdasan Harti justru sangat terasa disetiap racauan kacau dari mulutnya. Harti selalu bercerita bahwa ketika di Arab ia bertemu dengan seorang raja dan telah menikah dengannya. Namanya, Napoleon Bonaparte..

3 tahun yang lalu ketika saya sedang berlebaran di desa ini, tepatnya 3 hari setelah hari raya idul fitri, masjid desa mengumumkan bahwa ada salah seorang warga yang meninggal dunia. Saya datang melayat kerumah warga desa tersebut. Ia meninggal karena beberapa tahun ini memiliki masalah saluran pernapasan. Seorang wanita dengan tubuh yang sangat kurus terbujur kaku. Terlentang tenang meninggalkan semua mimpi. Ya, itu Harti..