anggrainilestari

a common girl who endeavor to be outstanding woman

  • 19th July
    2011
  • 19
theyanirma:
Study with the heart so good grades will follow you, effortlessly. Not the opposite.
Do not strive for grades, strive for understanding.
:)
kalengikansarden:

Cuplikan pidato pada upacara wisuda di Coxsackie-Athens High School di New York baru-baru ini. Disampaikan oleh wisudawan yang lulus dengan  nilai terbaik pada tahun ini, Erica Goldson.

“Saya lulus.  Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang  menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya.
Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya  memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya  katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan  apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem  yang ada.Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang  diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang  mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.Tetapi  saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup –  bukan pekerja.
Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan,  seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya  telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya  melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang  lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat,  saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut  ujian yang terhebat.Saat  anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik  membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR  saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil  ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu.
Jadi, saya penasaran,  apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas  menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa  yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi  pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam  kehidupan saya?Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah  pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap  subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar.
Dan jujur saja,  sekarang saya mulai ketakutan.”

When it comes the time I read those speech above, I’d happy to say “To hell with grades, I learn in order to live!”
But wait, that’s not the final answer.If I learn wholeheatedly for the sake of life goodness, then what is life for?

*sumber pidato dari sini

theyanirma:

  1. Study with the heart so good grades will follow you, effortlessly. Not the opposite.
  2. Do not strive for grades, strive for understanding.

:)

kalengikansarden:

Cuplikan pidato pada upacara wisuda di Coxsackie-Athens High School di New York baru-baru ini. Disampaikan oleh wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun ini, Erica Goldson.

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya.

Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja.

Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu.

Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar.

Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan.”


When it comes the time I read those speech above, I’d happy to say
“To hell with grades, I learn in order to live!”

But wait, that’s not the final answer.
If I learn wholeheatedly for the sake of life goodness, then what is life for?



*sumber pidato dari sini

  1. sunshyiine reblogged this from moonwanedtocrescent
  2. moonwanedtocrescent reblogged this from lovelylida
  3. lovelylida reblogged this from lifeofliterature
  4. chad-hill reblogged this from kalengikansarden
  5. muqauqis reblogged this from lutfiananisa
  6. irenealifa reblogged this from kalengikansarden
  7. heyshofy reblogged this from nayasa
  8. rayaoun reblogged this from rarasputri-mia
  9. ngekngeknong reblogged this from rarasputri-mia
  10. rarasputri-mia reblogged this from adiitoo
  11. adiitoo reblogged this from ragilliarach
  12. metall-ingenieur reblogged this from nayasa
  13. ragilliarach reblogged this from nayasa and added:
    Edaaan…nanceeeppp
  14. alyssaadjani reblogged this from nayasa
  15. lumosgrounds reblogged this from teachingliteracy
  16. innayk reblogged this from theyanirma
  17. potassiumcarbide reblogged this from lifeofliterature
  18. kechu reblogged this from antiquette
  19. lundsdotter reblogged this from foreversnatchingatstars
  20. elitajenimg reblogged this from hanadiningsih
  21. restart-replay reblogged this from teachingliteracy
  22. lucid-memories reblogged this from antiquette
  23. simply-pearl reblogged this from antiquette
  24. antiquette reblogged this from lifeofliterature
  25. mysortafairytale reblogged this from lifeofliterature
  26. droidsofjupiter reblogged this from teachingliteracy
  27. blessed11 reblogged this from nicabruin
  28. anggrainilestari reblogged this from theyanirma
  29. z-said reblogged this from lifeofliterature
  30. gewooneenmeisje reblogged this from teachingliteracy